Ditolak Warga Tabanan, Sandiaga Kepaksa Balik Badan?

6415
Loading...

Batalnya kunjungan Cawapres Sandiaga Uno ke Banjar Dinas Pagi, Desa Senganan, Panebel, Tabanan, Bali rupanya menjadi perhatian publik. Alasan utamanya ternyata muncul surat penolakan dari warga terkait rencana kedatangan Sandiaga tersebut. Bagaimana kisah selengkapnya?

Dilansir dari laman detik.com, lewat surat pernyataan itu, warga Desa Pakraman Pagi menyatakan sudah sepakat menolak kedatangan Sandiaga dalam kapasitas apa pun. Alasannya, mereka ingin situasi desa tetap kondusif.

“Kami warga masyarakat Pagi tidak menginginkan situasi yang tidak kondusif, karena kami sudah sepakat untuk mendukung kandidat/caleg maupun capres dari PDIP, demi kelancaran Pembangunan Desa Pakraman Pagi (Pembangunan Balai Serbaguna),” demikian bunyi petikan surat tersebut seperti, dikutip detikcom, Minggu (24/2/2019).

Surat itu tertanggal 18 Februari 2019 dan diteken Kelian Adat Banjar Pagi I Nyoman Subagan, Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera, dan Kelian Banjar Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya. Surat itu juga ditembuskan ke Perbekel Senganan, Kapolsek Panebel, dan Arsip.

Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera membenarkan isi surat tersebut. Yastera menyebut, di tahun politik ini, mereka telah menjatuhkan pilihan ke capres-cawapres nomor urut 01.

“Alasan lain apa yang kami tidak siap mendatangkan Pak Sandi, karena kami kalau membicarakan ranah politik karena kami juga ada yang membantu kebetulan kami dibantu dari kandidat PDI. Maka dari itu kami juga untuk mengamankan suasana dan melancarkan suatu pembangunan yang sudah kami rencanakan, maka dari itu dalam tahapan ini kami tidak menerima kedatangan Sandiaga Uno,” ujar Yastera kepada wartawan.

Selain itu, Yastera mengatakan warga desa telah mantap untuk memilih capres petahana Jokowi. “Itu juga karena ada yang sebagai menjembatani dari masyarakat kami secara umum sudah menyatakan bulat tekad di dalam pilpres ini sudah jatuhkan pilihan ke kandidat capres nomor urut 01, yaitu Jokowi dan Ma’ruf Amin, ” tegasnya.

Bagaimana tanggapan Sandiaga Uno?

Sandiaga mengatakan tak mempermasalahkan mendapat penolakan di kandang PDI Perjuangan (PDIP) tersebut. Setelah berembuk dengan timses, Sandiaga memilih hadir ke lokasi-lokasi yang tak memiliki potensi konflik. “Jadi ada surat disampaikan kepada beberapa anggota dari tim pemenangan, setelah kami kaji untuk meminimalisasi tensi, akan ada baik itu konflik atau friksi, lebih baik saya putuskan saya hadir di tempat-tempat yang memang tidak memiliki potensi tersebut,” ujar Sandiaga di Denpasar, Bali, Minggu (24/2/2019).

Yah mungkin itu lebih baik. Biarlah rakyat menentukan pilihannya sendiri. Siapa tahu di tempat lain masih ruang untuk bisa berkampanye, kan? daripada kepaksa balik badan, kan? Sabar ya Pak Sandiaga..bukankah hidup itu indah? heee….hee

Loading...