Polemik 103 WNA Masuk DPT, Wapres Jusuf Kalla Sebut Kesalahan Administrasi

2611
Loading...

Menjelang pemilihan Presiden & Wakil Presiden, ada polemik cukup menghebohkan di Indonesia. Hal itu tidak lain adalah polemik mengenai 103 WNA yang tercatat masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Polemik ini juga sempat membuat ketegangan antara KPU dan Dukcapil.

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (06/03/2019), Dukcapil menyebut bahwa sejak tahun 2014 ada 1.680 blanko e-KTP untuk WNA. KPU lantas meminta data tersebut untuk kemudian dicocokan, namun Dukcapil hanya menyerahkan data 103 WNA yang masuk DPT. Dirjen Dukcapil beralasan enggan memberikan data utuh lantaran aspek kebutuhan dari KPU.

“Bila diberikan semua datanya nanti kami khawatir terjadi salah input lagi dan masuk DPT,” kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh seperti dilansir dari nasional.kompas.com, (06/03/2019).

Polemik ini cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia, banyak pihak khawatir akan terjadi kecurangan dalam Pilpres mendatang. Namun, Wapres Jusuf Kalla meminta untuk tidak berlarut-larut dalam polemik ini.

Dilansir dari Detiknews, Rabu (06/03/2019), Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menyebut masuknya WNA ke Daftar Pemilih Tetap (DPT) merupakan kesalahan administrasi. Jusuf Kalla juga menyebut bahwa warga bisa mengawasi siapa yang berhak memilih dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Kesalahan administrasi menurut saya. Itu terjadi di bawah kesalahan administrasi yang tidak bisa membedakan KTP untuk penduduk dengan KTP untuk orang asing. Berapa sih, kesalahan dua-tiga orang salah administrasi. Kalau puluhan ribu, ratusan ribu baru sengaja. Kalau hanya 16 orang tidak banyak. Begitu ke TPS diketahui juga warga setempat. Ini orang pendatang, langsung dikeroyok orang,” jelas Jusuf Kalla seperti dilansir dari news.detik.com, (06/03/2019).

Sumber:

Nasional.kompas.com/read/2019/03/06/06511501/polemik-wna-masuk-dpt-dan-ketegangan-kpu-dukcapil

News.detik.com/berita/d-4454830/103-wna-masuk-dpt-jk-kesalahan-administrasi

Loading...