Beranda berita Tak Disangka! Rommy Kena OTT, Sandi Malah Obral Janji seperti Ini?

Tak Disangka! Rommy Kena OTT, Sandi Malah Obral Janji seperti Ini?

36

Terciduknya Ketum PPP, Romahurmuziy (Rommy), melalui OTT KPK dalam dugaan kasus jual-beli jabatan di Kemenag, benar-benar mengejutkan banyak kalangan. Hal itu bisa dimaklumi sebab karier politik Rommy dinilai sedang ‘naik daun’ usai terpilih sebagai orang nomor 1 di parpol berlambang Ka’bah itu pada 2016 yang lalu. Selain itu, ia juga dikenal sebagai politisi muda kritis dan berintegritas.

Tak luput cawapres nomor 02 Sandiaga Uno pun terusik untuk ikut bereaksi. Menurutnya, tertangkapnya Rommy dalam kasus rasuah merupakan masa kelam politisi muda Indonesia dan menjadi indikator bahwa korupsi di negeri ini sudah masuk tahap darurat.

Janji sebagai Wapres?

“Dan ini saat-saat yang kelam bagi politisi-politisi muda. Kembali kita dihadapi oleh permasalahan korupsi yang sudah ada di dalam tahap yang gawat darurat,” kata Sandi di Lapangan Basket Bulungan, Jalan Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Sandi mengaku masih terkejut saat mendengar Rommy terjaring OTT KPK. Mantan Wagub DKI itu berharap kasus tersebut bisa dijadikan sebagai pengingat bagi masyarakat Indonesia untuk selalu berjuang melawan korupsi dan memperkuat KPK. Ia pun berjanji jika terpilih sebagai cawapres bakal memperkuat pendanaan KPK dan menambah jumlah penyidik KPK.

Baca Juga:

Ancam Kerahkan ‘People Power’ Jika Pemilu Curang, Amien Rais Di-Skakmat Habib Ini!

“Jika Prabowo-Sandi diberikan amanah, kami pastikan KPK diperkuat pendanaannya. Penyidiknya ditambah dan gerakan anti korupsi, dan gerakan membumihanguskan korupsi bisa lebih komprehensif. Bisa totalitas di 5 tahun ke depan,” tegas Sandi seperti dikutip news.detik.com (16 Maret 2019).

Memanfaatkan Momentum?

Mungkin ada benarnya kalau ada pengamat yang bilang bahwa tertangkapnya Rommy bakal rentan ‘digoreng’ menjadi isu politik. Tensi politik yang diprediksi bakal berlangsung lebih keras dan panas ketimbang Pilpres 2014, seperti yang sempat dilontarkan Presiden ke-6 RI dan Ketum Demokrat SBY, akan diwarnai ‘perang isu’, baik yang terencana secara terstruktur dan sitematis maupun isu yang muncul secara dadakan.

Tertangkapnya Rommy, diakui atau tidak, merupakan insiden yang muncul secara dadakan, meski Rommy sendiri menyebut bahwa ia sedang masuk dalam sebuah perangkap (jebakan).

Baca Juga:

Dulu Wanita Membeli Cincin Seharga 180 Ribu, Dan Kini Harganya Naik Jadi 11 Miliar

Pernyataan Sandiaga yang mengobral janji-janji politik untuk memperkuat KPK, dari sudut padang politik, sesungguhnya merupakan sebuah ‘berkah politik’ yang dinilai sangat menguntungkan bagi kubu paslon 02. Sandi pun diduga kuat ingin memanfaatkan momentum terciduknya Rommy untuk mendongkrak elektabilitas melalui bahasa komunikasi politik yang terkesan santun dan natural.

Tentu saja, sah-sah saja Sandi memanfaatkan momentum ‘kecelakaan politik’ pihak lawan untuk mendapatkan ‘keberuntungan politik’. Meski demikian, upaya semacam itu dinilai tak banyak pengaruhnya. Pasalnya, tertangkapnya Rommy justru dinilai merupakan bukti keseriusan petahana Jokowi dalam melawan korupsi yang tidak pandang bulu dan tebang pilih. Itu saja! ***